Hari ini, aku membelikan Ibu tiket nonton Ketika Cinta Bertasbih di Puri XXI.
Aku senang melihat wajah puas beliau setelah menonton :)
a song by bruno coulais
Vois sur ton chemin
Gamins oubliés égarés
Donne leur la main
Pour les mener
Vers d'autres lendemains
Sens au coeur de la nuit
L'onde d'espoir
Ardeur de la vie
Sentier de gloire
Bonheurs enfantins
Trop vite oubliés effacés
Une lumière dorée brille sans fin
Tout au bout du chemin
Sens au coeur de la nuit
L'onde d'espoir
Ardeur de la vie
Sentier de la gloire
english translation
Look upon your path
Young boys lost and forgotten
Give them a hand
To bring them
Toward other tomorrows
Feel in the heart of the night
The wave of hope
Ardor of life
Pathway of glory
Joys of childhood
Too quickly forgotten, erased
An everlasting golden light shines
at the other end of the path
Feel in the heart of the night
The wave of hope
Ardor of life
Pathway of glory
Vois sur ton chemin
Gamins oubliés égarés
Donne leur la main
Pour les mener
Vers d'autres lendemains
Sens au coeur de la nuit
L'onde d'espoir
Ardeur de la vie
Sentier de gloire
Bonheurs enfantins
Trop vite oubliés effacés
Une lumière dorée brille sans fin
Tout au bout du chemin
Sens au coeur de la nuit
L'onde d'espoir
Ardeur de la vie
Sentier de la gloire
english translation
Look upon your path
Young boys lost and forgotten
Give them a hand
To bring them
Toward other tomorrows
Feel in the heart of the night
The wave of hope
Ardor of life
Pathway of glory
Joys of childhood
Too quickly forgotten, erased
An everlasting golden light shines
at the other end of the path
Feel in the heart of the night
The wave of hope
Ardor of life
Pathway of glory
It's Whitney Houston!
The Greatest Love of All
I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be
Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all
I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be
And if by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love
I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be
Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all
I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be
And if by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love
Between Mars and Venus
Wanita butuh PERHATIAN, pria butuh PENGERTIAN
Pria akan memberikan segenap perhatian pada seseorang jika ia dimengerti keadaannya.
Wanita akan memberi pengertian jika ia diperhatikan.
***
written by a friend in friendster's comment
Pria akan memberikan segenap perhatian pada seseorang jika ia dimengerti keadaannya.
Wanita akan memberi pengertian jika ia diperhatikan.
***
written by a friend in friendster's comment
Lirik Mengenangmu (dipopulerkan oleh Krisdayanti)
Disaat ku bersedih
Di saat ku menangis
Kau tawarkan bahagia
Di dalam jiwa
Kini kau pergi menjauh
Tinggalkan selamanya
Dan juga kenangan indah
Tak mungkin terulang
Ku takkan henti mengenangmu
Oh sayangku
Dan kusesali bila berbeda denganmu
Kini ku percaya semua kata
Yang pernah terucap
Takkan lagi pertahankan
Inginku
Aku menangis
Bahagia didalam jiwa
Kini kau pergi menjauh
Tinggalkan ku selamanya
Dan juga kenangan indah
Tak mungkin terulang
Ku takkan henti mengenangmu
Oh sayangku
Dan kusesali bila
Berbeda denganmu
Kini ku percaya semua kata
Yang pernah terucap
Takkan lagi pertahankan,
takkan lagi pertahankan
Tiada lagi cintaku
***
thx to kapanlagi.com
Karima Yolita Sedang Bingung
Karima Yolita punya sebuah cita-cita... dan sekarang ia ada di persimpangan jalan yang, menurutnya, keduanya mampu membawanya ke tempat yang ia cita-citakan. Ia hanya boleh melewati salah satu jalan karena sifat kedua jalan itu yang hampir bertolak belakang.
***
Karima Yolita sedang melihat dengan seksama: apakah hadiah itu memang untuknya?
***
Karima Yolita tetap tak mau menyerah :)
"It's just a part of my beautiful life", katanya.
***
Karima Yolita sedang melihat dengan seksama: apakah hadiah itu memang untuknya?
***
Karima Yolita tetap tak mau menyerah :)
"It's just a part of my beautiful life", katanya.
Setiap Orang Bisa Menghasilkan Sesuatu yang Keren!
Aku selalu percaya bahwa pasti ada sesuatu yang dapat dibanggakan dari seseorang, bagaimanapun kondisi orang tersebut saat ini. Contohnya: salah seorang murid saya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. Ia memang anak yang bersuara keras dan kinestetik sehingga ia lebih suka untuk terus bergerak. JIka hanya dilihat sepintas, anak ini mudah sekali dikategorikan sebagai anak yang bandel. Namun, jika ia diperhatikan dengan seksama, ia tergolong anak yang loyal dengan teman. Ia berteman baik dengan seseorang di kelasnya, ia sangat menghargai temannya itu. Jika temannya pergi ke kamar mandi dan mengalami kesulitan, ia senantiasa membantu.
Berikut ini adalah video mengenai seorang dengan kekurangan tubuh yang mampu menghasilkan musik yang indah berkat bantuan suatu alat canggih (yang saya sendiri, setelah berkali-kali menonton tayangan tersebut, masih belum paham cara kerjanya).
Aku pun pernah menampilkan bagian akhir video tersebut di dalam salah satu kelasku. Aku mengatakan kepada murid-muridku bahwa setiap orang bisa melakukan sesuatu yang keren, walaupun berbagai kelemahan tampak terlihat pada dirinya. Aku juga menambahkan, bahwa walaupun hari ini seseorang terlihat sangat lemah, namun dengan latihan dan kemauan, orang tersebut pasti mampu menjadi "seseorang yang keren"!
Berikut ini adalah video mengenai seorang dengan kekurangan tubuh yang mampu menghasilkan musik yang indah berkat bantuan suatu alat canggih (yang saya sendiri, setelah berkali-kali menonton tayangan tersebut, masih belum paham cara kerjanya).
Aku pun pernah menampilkan bagian akhir video tersebut di dalam salah satu kelasku. Aku mengatakan kepada murid-muridku bahwa setiap orang bisa melakukan sesuatu yang keren, walaupun berbagai kelemahan tampak terlihat pada dirinya. Aku juga menambahkan, bahwa walaupun hari ini seseorang terlihat sangat lemah, namun dengan latihan dan kemauan, orang tersebut pasti mampu menjadi "seseorang yang keren"!
39Clues
Si Beni Suryadi merekomendasikan buku keluaran Scholastic terbaru yang disebut-sebut sebagai calon-buku-petualangan-sukses-setelah-HarPot: 39 clues.Damn!! Gue suka jenis buku kayak gitu: petualangan.
Gue sih belum pernah lihat bukunya, baru masuk situsnya. Dan, ya, harus gue akui gue sangat tertarik. These adventures series Hmmmmm... I blame Beni for this!
Like i said, i haven't seen the book. Beni bilang jilid satu 39 clues english edition dijual dengan harga Rp 140.000, dan tentunya--seperti buku petualangan laris lain, 39 clues akan diterbitkan dalam lebih dari satu jilid. Bahkan dalam salah situs berita, Rick Riordan, penulis 39 clues, berencana untuk menyelesaikan cerita petualangan itu dalam 10 jilid. Well... Rima... It's your choice! Semoga isinya benar-benar menarik.
Dua Kali Tonton Laskar Pelangi
Kalau yang pertama kali cuma berdua, hari ini saya menonton lagi berdua-puluh-satu. :))
Kalau yang pertama kali telat masuk satu jam, hari ini saya telat masuk hampir satu setengah jam!
***
Kalau yang pertama kali telat masuk satu jam, hari ini saya telat masuk hampir satu setengah jam!
***
Memang, walaupun sudah menonton dua kali, aku masih bisa menikmati. Tapi, pendapatku tetap sama: alur film itu terlalu renggang, sehingga cenderung membuatku bosan. Konflik baru sangat terasa ketika film akan berakhir: ketika Lintang terpaksa putus sekolah untuk menanggung beban hidup keluarganya yang ditinggal kedua orang tua. Bahkan ketika aku harus keluar ruangan teater ketika aku pertama kali aku menonton, aku tidak merasa kehilangan banyak cerita. Dan tampaknya, dengan hanya menonton setengah hingga akhir filmFilm itu terlalu deskriptif, lebih layak dibuat sinetron dengan potongan durasi 30 menit sekali tayang, atau seperti mini seri Band of Brothers yang cenderung memperlihatkan momen-momen penting dari sebuah perjalanan hidup. Maaf, untuk Riri Riza. Film anda memang laris, tapi membosankan.
***
Walaupun membosankan, aku tetap bisa menangis jika mendengar lagu laskar pelangi-nya nidji, jika melihat cuplikan film itu. I cant deny that the inspiration itself has touched me, touched my soul.
http://karimayolita.multiply.com/journal/item/3/First_day_and_The_New_Trend_at_School
***
Walaupun membosankan, aku tetap bisa menangis jika mendengar lagu laskar pelangi-nya nidji, jika melihat cuplikan film itu. I cant deny that the inspiration itself has touched me, touched my soul.
http://karimayolita.multiply.com/journal/item/3/First_day_and_The_New_Trend_at_School
May be someday...
No one knows what will happen next.
So be careful of what you've wished for :)
but remember, a journey to China is established by one step at a time.
Be grateful on everything that you've had, you've experienced.
Wish for the life you want.
Visualize it.
Then, live it!
Enjoy :)
So be careful of what you've wished for :)
but remember, a journey to China is established by one step at a time.
Be grateful on everything that you've had, you've experienced.
Wish for the life you want.
Visualize it.
Then, live it!
Enjoy :)
I had my own guests coming by!
I just had a visit from my colleagues! Isn't it amazing? Well, it is amazing for me because i hadn't had friends that live nearby until recently, until i work at this private elementary school just 15 minutes away from my house by riding motorcycle.
And i must admit that, yes, having guests at home means that having rahmah or blessings to you and your home. I haven't really understood that until now.
Having guests means that you can have some laughs and soothing moments. This condition can only be established if and only if both sides, the guests and the hosts, behave in good manners as Rasulullah has taught us how.
And i must admit that, yes, having guests at home means that having rahmah or blessings to you and your home. I haven't really understood that until now.
Having guests means that you can have some laughs and soothing moments. This condition can only be established if and only if both sides, the guests and the hosts, behave in good manners as Rasulullah has taught us how.
Change!
To live is to change, and to be perfect is to change often.
---John Henry---
---John Henry---
I have this one book called little black book. I call it that way because i don't want anyone to read that. It contains my dreams which mostly are so embarrassing. Why would anyone still need to reach for those? I guess it's because I'm not that perfect.
In Renald Kasali's book of Change!, there is one quote from John Henry, said:
To live is to change, and to be perfect is to change often.
That quote reminds me not to stop changing myself in order to be a better person. And to know what changes need to be made, i need to know my flaws. It surely means that i have to be open-minded to a lot of critics. I must open my heart to receive what is best for me
This is a tribute to my mother. At home, i hardly changed myself. I was known as a stubborn child, not to mention a selfish one and other ill behaviours. :)
I, now, change...
Ketika Lebaran Tak (lagi) Dihargai
Apa arti Idul Fitri bagimu?
Apakah hanya sekedar liburan?
Apakah itu berarti hari merayakan izin makan sepuasnya?
What is it? because i'd like to know.
Lebaran tahun ini lebih bermakna bagiku daripada Lebaran tahun-tahun sebelumnya karena ia berarti penanda keberhasilanku dalam mencapai target Ramadhan yang baru saja aku lampaui. Targetku sendiri bukanlah sesuatu yang muluk, bahkan aku sendiri merasa malu untuk menuliskannya di sini. Anyway, it wasn't executed very well before, but, at recent Ramadhan, it was succesfully established. I'm very proud of myself.
Hari ini, ketika aku melewatkan detik-detik Lebaran terbaikku, i was surprised by how people surround me carried out this (supposed to be) beautiful day. They still chose their own ego: lebih memilih untuk tidak datang ke tempat silaturahim yang jaraknya hanya beberapa menit menggunakan angkot (the angkot itself beroperasi hari ini serta lewat depan rumahnya) hanya karena saudaranya lupa menjemputnya dan ada seseorang yang tidak ia sukai hadir di sana; memilih untuk memperumit masalah yang (sebenarnya) bisa dibuat sangat-sangat sederhana.
Tidakkah Ramadhan dan puasa telah mengajarkan sesuatu kepadamu?
Setidaknya, keduanya mengajarkanmu akan arti bersabar dan menahan diri.
Setidaknya, Lebaran memperlihatkan mulianya memaafkan orang lain.
Kemana perginya fitrah yang baru saja dianugerahkan Sang Maha kepadamu?
Apakah hanya sekedar liburan?
Apakah itu berarti hari merayakan izin makan sepuasnya?
What is it? because i'd like to know.
Lebaran tahun ini lebih bermakna bagiku daripada Lebaran tahun-tahun sebelumnya karena ia berarti penanda keberhasilanku dalam mencapai target Ramadhan yang baru saja aku lampaui. Targetku sendiri bukanlah sesuatu yang muluk, bahkan aku sendiri merasa malu untuk menuliskannya di sini. Anyway, it wasn't executed very well before, but, at recent Ramadhan, it was succesfully established. I'm very proud of myself.
Hari ini, ketika aku melewatkan detik-detik Lebaran terbaikku, i was surprised by how people surround me carried out this (supposed to be) beautiful day. They still chose their own ego: lebih memilih untuk tidak datang ke tempat silaturahim yang jaraknya hanya beberapa menit menggunakan angkot (the angkot itself beroperasi hari ini serta lewat depan rumahnya) hanya karena saudaranya lupa menjemputnya dan ada seseorang yang tidak ia sukai hadir di sana; memilih untuk memperumit masalah yang (sebenarnya) bisa dibuat sangat-sangat sederhana.
Tidakkah Ramadhan dan puasa telah mengajarkan sesuatu kepadamu?
Setidaknya, keduanya mengajarkanmu akan arti bersabar dan menahan diri.
Setidaknya, Lebaran memperlihatkan mulianya memaafkan orang lain.
Kemana perginya fitrah yang baru saja dianugerahkan Sang Maha kepadamu?
Perhatikan Baik-baik
Selalu ada alasan di balik setiap kelakuan anak.
***
Seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku TK memiliki kebiasaan mengetuk kepala teman-teman sekelasnya.Auch, sakit dooong!Kok Begitu sih? Setiap guru yang melihat kejadian itu tentu saja langsung menegurnya.
Apakah anak itu kemudian langsung terdiam? Ternyata tidak. Ia masih terus melakukan kebiasaan itu.
Sebenarnya apa yang berusaha disampaikan oleh sang anaK? Perhatikan baik-baik. Oh, ternyata, ia ingin bermain! Ia mengetuk kepala teman-temannya untuk mengajak mereka bermain. It might be the only way he knew.
***
Seorang anak memiliki kebiasaan berjalan-jalan selama pelajaran berlangsung. Guru yang melihat kebiasaan ini selalu memanggilnya kembali untuk duduk di kursinya. Dia pun menurut, tapi hanya sementara. Dia akan kembali berjalan-berjalan mengelilingi kelasnya. Bahkan, jika bisa, ia akan pergi ke luar kelasnya. Jika ada seorang temannya yang mengejarnya untuk membawanya kembali ke tempat duduknya, ia akan berlari dan berlari manghindari kejaran temannya itu.
Apakah ia anak yang sulit diatur? Perhatikan baik-baik. Ketika ia sedang berjalan-jalan, matanya selalu terpaku pada keadaan sekeliling. Ia akan mencari tempat yang ia anggap tidak lumrah di sekelilingnya kemudian mengamatinya. Setelah selesai mengamati, ia baru akan kembali ke tepat duduknya dan beristirahat. Ia selalu berlari menghindari kejaran-kejaran temannya dengan diselingi tawa. Rupanya, ia menganggap kejaran itu sebagai ajakan bermain.
***
Seorang anak terbiasa mengurung diri di dalam kamarnya jika ada tamu yang datang berkunjung ke rumahnya.
Ah, ini pasti kasus yang sangat mudah dibaca. Ia pasti seorang yang sangat pemalu.
Tapi, perhatikan baik-baik. Anak itu ternyata tidak memiliki masalah sosial. Ia mampu berkomunikasi dengan baik dengan lawan-lawan bicaranya. Nah, sebenarnya apa yang membuatnya memilih untuk menyendiri di dalam kamarnya?
Ia tidak suka basa-basi. Ia ternyata sangat membenci kelakuan orang-orang sekitar yang sering membicarakan kejelekan orang lain. Ia lebih memilih untuk terdiam di kamar, mendengarkan potongan-potongan pembicaraan mereka, kemudian berharap ia tidak menjadi salah satu dari mereka.
***
Seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku TK memiliki kebiasaan mengetuk kepala teman-teman sekelasnya.Auch, sakit dooong!Kok Begitu sih? Setiap guru yang melihat kejadian itu tentu saja langsung menegurnya.
Apakah anak itu kemudian langsung terdiam? Ternyata tidak. Ia masih terus melakukan kebiasaan itu.
Sebenarnya apa yang berusaha disampaikan oleh sang anaK? Perhatikan baik-baik. Oh, ternyata, ia ingin bermain! Ia mengetuk kepala teman-temannya untuk mengajak mereka bermain. It might be the only way he knew.
***
Seorang anak memiliki kebiasaan berjalan-jalan selama pelajaran berlangsung. Guru yang melihat kebiasaan ini selalu memanggilnya kembali untuk duduk di kursinya. Dia pun menurut, tapi hanya sementara. Dia akan kembali berjalan-berjalan mengelilingi kelasnya. Bahkan, jika bisa, ia akan pergi ke luar kelasnya. Jika ada seorang temannya yang mengejarnya untuk membawanya kembali ke tempat duduknya, ia akan berlari dan berlari manghindari kejaran temannya itu.
Apakah ia anak yang sulit diatur? Perhatikan baik-baik. Ketika ia sedang berjalan-jalan, matanya selalu terpaku pada keadaan sekeliling. Ia akan mencari tempat yang ia anggap tidak lumrah di sekelilingnya kemudian mengamatinya. Setelah selesai mengamati, ia baru akan kembali ke tepat duduknya dan beristirahat. Ia selalu berlari menghindari kejaran-kejaran temannya dengan diselingi tawa. Rupanya, ia menganggap kejaran itu sebagai ajakan bermain.
***
Seorang anak terbiasa mengurung diri di dalam kamarnya jika ada tamu yang datang berkunjung ke rumahnya.
Ah, ini pasti kasus yang sangat mudah dibaca. Ia pasti seorang yang sangat pemalu.
Tapi, perhatikan baik-baik. Anak itu ternyata tidak memiliki masalah sosial. Ia mampu berkomunikasi dengan baik dengan lawan-lawan bicaranya. Nah, sebenarnya apa yang membuatnya memilih untuk menyendiri di dalam kamarnya?
Ia tidak suka basa-basi. Ia ternyata sangat membenci kelakuan orang-orang sekitar yang sering membicarakan kejelekan orang lain. Ia lebih memilih untuk terdiam di kamar, mendengarkan potongan-potongan pembicaraan mereka, kemudian berharap ia tidak menjadi salah satu dari mereka.
It's for You :)
Diposting oleh
Karima Yolita
di
02.21
|
Label:
colours of life,
other pieces of life,
pembuka,
pendidikan
Hi!
My name is Karima Yolita.
I was born on 13th August 1982, from a Javanese father and an Arabic mother, that's why i got the unique appearance.
I have two little sisters, which makes me the oldest, and I live with my parents in West Jakarta.
Now, I work as an elementary teacher in a private school nearby.
I have several best friends and according to the personality plus test, i can be considered as a melancholic girl, but after i interact with my dearest best friend for more than 10 years, i develop the sanguine and choleric character.
I like a person who:
- believes in him/herself
- believes in others
- has goal(s) in his/her life
- is passionate
- is intelligent
- is loving and nurturing
- is mature
- is hardworking and persistent
- is a good driver
- likes to travel and loves to eat
on the other hand, i am a person who:
- will do anything for the persons i love
- is a friend you can rely on to
- can see the beauty in every person
- loves surprises
- loves movies and musics
- loves passionate works
- is easy to talk to
- is curious about a lot of things
- is madly in love with books
- is a gadget freak
- loves beautiful things
- easily adapts to new surroundings
- highly values what a person wants
- tends to see details and global at the same time
- believes that we, humans, can create nirvana in this world, and i'm doing it by becoming a lovely teacher for the community, as well as a great mother for my family
(more about me)
I love to hear other person's story so that i can learn something from it.
For me, everyone is a perfect being, that includes all the flaws within that person which make him/her even more beautiful.
Although my life hadn't been always smooth and wonderful, it makes me the way i am today and it makes me feel great!
I think the most luxurious thing in the world is the ability and the humbleness of willing to learn from anyone. Intelligence cannot just be given from school, it can only be earnt by hardworking, and it's definitely illinear with someone's scholar degree.
My name is Karima Yolita.
I was born on 13th August 1982, from a Javanese father and an Arabic mother, that's why i got the unique appearance.
I have two little sisters, which makes me the oldest, and I live with my parents in West Jakarta.
Now, I work as an elementary teacher in a private school nearby.
I have several best friends and according to the personality plus test, i can be considered as a melancholic girl, but after i interact with my dearest best friend for more than 10 years, i develop the sanguine and choleric character.
I like a person who:
- believes in him/herself
- believes in others
- has goal(s) in his/her life
- is passionate
- is intelligent
- is loving and nurturing
- is mature
- is hardworking and persistent
- is a good driver
- likes to travel and loves to eat
on the other hand, i am a person who:
- will do anything for the persons i love
- is a friend you can rely on to
- can see the beauty in every person
- loves surprises
- loves movies and musics
- loves passionate works
- is easy to talk to
- is curious about a lot of things
- is madly in love with books
- is a gadget freak
- loves beautiful things
- easily adapts to new surroundings
- highly values what a person wants
- tends to see details and global at the same time
- believes that we, humans, can create nirvana in this world, and i'm doing it by becoming a lovely teacher for the community, as well as a great mother for my family
(more about me)
I love to hear other person's story so that i can learn something from it.
For me, everyone is a perfect being, that includes all the flaws within that person which make him/her even more beautiful.
Although my life hadn't been always smooth and wonderful, it makes me the way i am today and it makes me feel great!
I think the most luxurious thing in the world is the ability and the humbleness of willing to learn from anyone. Intelligence cannot just be given from school, it can only be earnt by hardworking, and it's definitely illinear with someone's scholar degree.
Merah Putih
(it's one of my favourite songs)
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau di dadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara
Daku ingin jiwa raga ini
Selaraskan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan karismamu
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu
Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau di dadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara
Daku ingin jiwa raga ini
Selaraskan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan karismamu
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu
Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan
Memahami Kebutuhan Anak

Tanggal 16 Agustus 2008, saya menghadiri sebuah seminar yang sangat menarik mengenai cara membantu anak-anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah umum. Materi ini dibawakan dengan sangat baik oleh Dra. Dyah Puspita, seorang praktisi dan pemerhati pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Segala sesuatu yang ia paparkan sangat menarik. Namun, ada satu hal yang selalu nyantol di kepala saya hingga saat ini, yaitu masalah tahapan kebutuhan anak.
Apa sih yang sebenarnya penting diberikan kepada setiap anak? Apa yang seharusnya menjadi fokus pendidikan?
Di sebelah kiri ada sebuah piramida yang diperkenalkan oleh Bu Ita, panggilan akrab Dyah Puspita, dalam seminarnya itu. Pada tingkatan dasar piramida, ada self help, self regulation, dan functional communication. Kemudian academic skill pada tingkatan selanjutnya, dan socialization pada tingkatan teratas. Inilah yang disebut sebagai piramida kebutuhan anak.
Setiap orang tua dan pendidik harus mampu menyadari bahwa titik tumpu pendidikan bukanlah harus selalu kemampuan akademik, seperti yang selama ini diterapkan di sekolah. Tumpuan awal pendidikan adalah bagaimana menanamkan cara mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya (functional communication), cara mengatur dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain (self regulation), dan cara mengatasi permasalahan-permasalahan hidup yang mendasar, misalnya: apa yang harus dilakukan ketika lapar, bagaimana cara membeli barang di toko, apa yang harus dilakukan ketika marah, apa yang harus dilakukan ketika ingin buang air, dan lain sebagainya (self help).
Apabila ketiga aspek tersebut belum ada pada diri seorang individu, maka sepintar apapun ia (academic skill sebaik apapun), ia akan mengalami hambatan untuk bersosialisasi dengan orang lain (tingkatan socialization), dan berkembang menjadi seorang individu yang utuh dan cemerlang. Keadaan ini yang seringkali dihadapi oleh para orang tua dan pendidik sekarang. Banyak individu yang ketiga aspek dasarnya belum tertata dengan baik sehingga menimbulkan masalah ketika masuk ke dunia masyarakat.
Tahapan-tahapan tersebut berlaku untuk setiap anak, bukan hanya anak-anak berkebutuhan khusus.
Ada sebuah kasus nyata yang pernah saya hadapi.
Seorang yang sudah masuk dalam dunia pekerja, seorang yang sangat brilian. Beliau terbiasa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya dengan hasil yang sangat memuaskan. Beliaupun sangat disukai oleh teman-teman sekerjanya.
Ternyata, di rumah, beliau adalah seorang yang sangat pemalas, manja, dan egois. Beliau hampir tidak pernah melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri di rumah. Segala pekerjaan rumahnya, pakaian-pakaian kerjanya, kamar tidurnya, makanannya, semua dikerjakan oleh sang ibu. Beliau sangat pemarah. Seringkali beliau memarahi ibunya apabila segala sesuatu tidak sesuai dengan apa yang beliau inginkan. Sang ibu tak tahu harus berbuat apa, ia pun memutuskan untuk melakukan apa yang diinginkan anaknya tersebut.
Selama beberapa waktu, ketidaksinkronisan ini tidak terlihat sama sekali oleh teman-teman beliau di tempat kerja. Namun, emosi beliau lama-kelamaan terlihat di tempat kerja ketika setiap malam beliau harus ribut dengan ibunya akibat kejengkelan hatinya melihat sang ibu yang lebih sering mengurusi adiknya. Beliau menganggap tindakan sang ibu tidak adil. Kemarahan beliau yang terus menerus ini membuatnya sulit tidur dengan nyenyak dan terbangun dengan keadaan tubuh yang sangat tidak segar. Akibatnya, beliau seringkali harus terburu-buru datang ke kantor, malah kadangkala terlambat. Selain itu, beliau sering merasa sensitif dengan perkataan-perkataan teman sejawatnya yang awalnya ditanggapinya hanya sebagai gurauan. Pekerjaan-pekerjaan yang harus beliau tangani pun akhirnya tidak terselesaikan dengan prima.
Setelah diusut-usut, ternyata kemarahan beliau muncul terutama karena ada permintaan adiknya yang (terlihat) didahulukan, padahal (menurut beliau) sudah seringkali beliau meminta sesuatu dari sang ibu.
Kasus tersebut hadir jauh-jauh hari sebelum saya mengikuti seminar tersebut. Awalnya, saya menganggap kasus ini cukup pelik karena saya bingung harus memulai dari mana. Setelah dipaparkan tahapan tersebut, saya akhirnya paham (lagi) bahwa kepintaran bukanlah segalanya. Sosok "beliau" saya identifikasi belum memiliki kemampuan yang paling mendasar: kemampuan mengatur dirinya sendiri dan kemampuan berkomunikasi. Beliau cenderung tertutup. Akhirnya, dari sanalah saya mulai "bekerja". Beliau diberikan latihan untuk mengungkapkan sedikit demi sedikit mengungkapkan secara verbal apa yang ada di kepala beliau, apa yang beliau inginkan. Selain itu, beliau pun dilatih untuk melakukan secuil pekerjaan rumah dan sebagai balasannya sedikit reward atas apa yang telah beliau kerjakan. Saya pun tahu kapan "pekerjaan" saya itu harus berakhir: ketika ia sudah bisa menyiapkan segala sesuatunya sendiri, tanpa bantuan dari ibunya.
Efek samping yang mungkin terjadi beliau akan mengeluarkan emosinya yang meledak-ledak seandainya beliau sudah lelah. Well, i guess that will be in the next post.
Saya bersyukur, dengan dipaparkannya tahapan kebutuhan anak tersebut, saya bisa memahami (setiap) permasalahan pada anak. Sejak seminar tersebut hingga saat ini, banyak sekali permasalahan anak didik berseliweran di kepala saya, minta diusut sesegera mungkin. Awalnya saya mentok. Seluruh permasalahan itu hanya menonjolkan masalah akademik pada anak. Namun, sekarang saya mulai memilih manakah yang sebenarnya merupakan penyebab timbulnya kemandekan pada akademik anak berdasarkan data-data yang sudah saya peroleh. Dari sanalah saya dan beberapa rekan menggodok solusi untuk setiap kasus yang dihadapi.
Bagaimana dengan anak anda? Apakah kebutuhan dasarnya telah terpenuhi?
Segala sesuatu yang ia paparkan sangat menarik. Namun, ada satu hal yang selalu nyantol di kepala saya hingga saat ini, yaitu masalah tahapan kebutuhan anak.
Apa sih yang sebenarnya penting diberikan kepada setiap anak? Apa yang seharusnya menjadi fokus pendidikan?
Di sebelah kiri ada sebuah piramida yang diperkenalkan oleh Bu Ita, panggilan akrab Dyah Puspita, dalam seminarnya itu. Pada tingkatan dasar piramida, ada self help, self regulation, dan functional communication. Kemudian academic skill pada tingkatan selanjutnya, dan socialization pada tingkatan teratas. Inilah yang disebut sebagai piramida kebutuhan anak.
Setiap orang tua dan pendidik harus mampu menyadari bahwa titik tumpu pendidikan bukanlah harus selalu kemampuan akademik, seperti yang selama ini diterapkan di sekolah. Tumpuan awal pendidikan adalah bagaimana menanamkan cara mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya (functional communication), cara mengatur dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain (self regulation), dan cara mengatasi permasalahan-permasalahan hidup yang mendasar, misalnya: apa yang harus dilakukan ketika lapar, bagaimana cara membeli barang di toko, apa yang harus dilakukan ketika marah, apa yang harus dilakukan ketika ingin buang air, dan lain sebagainya (self help).
Apabila ketiga aspek tersebut belum ada pada diri seorang individu, maka sepintar apapun ia (academic skill sebaik apapun), ia akan mengalami hambatan untuk bersosialisasi dengan orang lain (tingkatan socialization), dan berkembang menjadi seorang individu yang utuh dan cemerlang. Keadaan ini yang seringkali dihadapi oleh para orang tua dan pendidik sekarang. Banyak individu yang ketiga aspek dasarnya belum tertata dengan baik sehingga menimbulkan masalah ketika masuk ke dunia masyarakat.
Tahapan-tahapan tersebut berlaku untuk setiap anak, bukan hanya anak-anak berkebutuhan khusus.
Ada sebuah kasus nyata yang pernah saya hadapi.
Seorang yang sudah masuk dalam dunia pekerja, seorang yang sangat brilian. Beliau terbiasa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya dengan hasil yang sangat memuaskan. Beliaupun sangat disukai oleh teman-teman sekerjanya.
Ternyata, di rumah, beliau adalah seorang yang sangat pemalas, manja, dan egois. Beliau hampir tidak pernah melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri di rumah. Segala pekerjaan rumahnya, pakaian-pakaian kerjanya, kamar tidurnya, makanannya, semua dikerjakan oleh sang ibu. Beliau sangat pemarah. Seringkali beliau memarahi ibunya apabila segala sesuatu tidak sesuai dengan apa yang beliau inginkan. Sang ibu tak tahu harus berbuat apa, ia pun memutuskan untuk melakukan apa yang diinginkan anaknya tersebut.
Selama beberapa waktu, ketidaksinkronisan ini tidak terlihat sama sekali oleh teman-teman beliau di tempat kerja. Namun, emosi beliau lama-kelamaan terlihat di tempat kerja ketika setiap malam beliau harus ribut dengan ibunya akibat kejengkelan hatinya melihat sang ibu yang lebih sering mengurusi adiknya. Beliau menganggap tindakan sang ibu tidak adil. Kemarahan beliau yang terus menerus ini membuatnya sulit tidur dengan nyenyak dan terbangun dengan keadaan tubuh yang sangat tidak segar. Akibatnya, beliau seringkali harus terburu-buru datang ke kantor, malah kadangkala terlambat. Selain itu, beliau sering merasa sensitif dengan perkataan-perkataan teman sejawatnya yang awalnya ditanggapinya hanya sebagai gurauan. Pekerjaan-pekerjaan yang harus beliau tangani pun akhirnya tidak terselesaikan dengan prima.
Setelah diusut-usut, ternyata kemarahan beliau muncul terutama karena ada permintaan adiknya yang (terlihat) didahulukan, padahal (menurut beliau) sudah seringkali beliau meminta sesuatu dari sang ibu.
Kasus tersebut hadir jauh-jauh hari sebelum saya mengikuti seminar tersebut. Awalnya, saya menganggap kasus ini cukup pelik karena saya bingung harus memulai dari mana. Setelah dipaparkan tahapan tersebut, saya akhirnya paham (lagi) bahwa kepintaran bukanlah segalanya. Sosok "beliau" saya identifikasi belum memiliki kemampuan yang paling mendasar: kemampuan mengatur dirinya sendiri dan kemampuan berkomunikasi. Beliau cenderung tertutup. Akhirnya, dari sanalah saya mulai "bekerja". Beliau diberikan latihan untuk mengungkapkan sedikit demi sedikit mengungkapkan secara verbal apa yang ada di kepala beliau, apa yang beliau inginkan. Selain itu, beliau pun dilatih untuk melakukan secuil pekerjaan rumah dan sebagai balasannya sedikit reward atas apa yang telah beliau kerjakan. Saya pun tahu kapan "pekerjaan" saya itu harus berakhir: ketika ia sudah bisa menyiapkan segala sesuatunya sendiri, tanpa bantuan dari ibunya.
Efek samping yang mungkin terjadi beliau akan mengeluarkan emosinya yang meledak-ledak seandainya beliau sudah lelah. Well, i guess that will be in the next post.
Saya bersyukur, dengan dipaparkannya tahapan kebutuhan anak tersebut, saya bisa memahami (setiap) permasalahan pada anak. Sejak seminar tersebut hingga saat ini, banyak sekali permasalahan anak didik berseliweran di kepala saya, minta diusut sesegera mungkin. Awalnya saya mentok. Seluruh permasalahan itu hanya menonjolkan masalah akademik pada anak. Namun, sekarang saya mulai memilih manakah yang sebenarnya merupakan penyebab timbulnya kemandekan pada akademik anak berdasarkan data-data yang sudah saya peroleh. Dari sanalah saya dan beberapa rekan menggodok solusi untuk setiap kasus yang dihadapi.
Bagaimana dengan anak anda? Apakah kebutuhan dasarnya telah terpenuhi?
Langganan:
Postingan (Atom)